|
|
|
|

|
|
Adobe Acrobat 9 Resmi Beredar di Indonesia |
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 07 July 2004 |
|
Adobe Acrobat 9 Resmi Beredar di Indonesia Wednesday, 02 July 2008 Jakarta, 2 Juli 2008 – Adobe Systems Incorporated hari ini memperkenalkan Adobe Acrobat 9 kepada masyarakat Indonesia. Bertempat di hotel Grand Hyatt Jakarta, acara ini dihadiri oleh Michele Mak, Business Development Manager Adobe dan Tony Lim, Senior Consultant Technical Adobe untuk Asia Tenggara. Dalam kesempatan yang sama, Adobe juga memperkenalkan website Acrobat yang beralamat www.acrobat.com. Melalui website ini, para pengguna Adobe bisa saling share untuk dokumen-dokumen PDF yang dimilikinya. Pada versi terbaru ini, untuk pertama kalinya Adobe Acrobat menyediakan dukungan penuh untuk teknologi Adobe flash sehingga memungkinkan pengguna untuk menggabungkan adobe flash player, file video, dan aplikasiyang sesuai dalam format dokumen PDF. Dukungan terhadap video ini menjadi keunggulan utama Acrobat 9. Bahkan, website yang memiliki animasi di dalamnya bisa dikonversi ke dalam format PDF sesuai dengan tampilan aslinya. Feature-lainnya adalah kemampuan adobe untuk merekam suara untuk file-file dokumen PDF-nya dan portfolio untuk memudahkan pengguna Acrobat dalam memanajemen banyak file PDF sekaligus. Feature-feature tadi tentunya memudahkan para pencinta Adobe Acrobat untuk mengembangkan dan berkreasi dengan dokumen-dokumen berformat PDF. “Adobe Acrobat 9 tampil dengan feature banyak dan lebih mudah digunakan”, ujar Michele Mak saat menerangkan Adobe Acrobat 9 kepada para wartawan yang hadir. Pada demo produk yang dibawakan oleh Tony Lim, Adobe Acrobat 9 mampu bekerja sama dengan sangat baik dengan Acrobat.com. Para pengunjung website Acrobat ini, setelah mendaftarkan dirinya, mereka bisa men-share file PDF-nya dengan anggota lain yang juga terintegrasi dengan Acrobat.com. Bahkan, proses editing file pun bisa dilakukan bersamaan secara realtime. Dengan demikian, para pengguna PDF bisa lebih mengefisiensikan waktunya untukmembahas sebuah file PDF dengan sesama anggota tim lainnya.
Ada tiga varian yang ditawarkan Adobe untuk Adobe Acrobat 9 ini. Ketiganya adalah Adobe Acrobat Standard yang ditawarkan dengan harga US$ 299, Adobe Acrobat 9 Pro dengan harga US$ 449, dan yang paling lengkap adalah Adobe Acrobat 9 Pro Extended dengan harga USS 699. Selain tiga varian tadi, pengguna Acrobat juga bisa men-download secara gratis program pembaca file PDF, Adobe Reader 9, secara gratis melalui website resmi Adobe.
|
|
Last Updated ( Tuesday, 22 July 2008 )
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 12 April 2004 |
|
Tes & Teknologi - UIQ vs. Symbian Dua Dunia Satu Fungsi Nokia E61 dan Sony Ericsson M600i merupakan smart phone populer untuk pasar korporat saat ini. Pada edisi ini, CHIP akan membahas perbedaan sistem operasi yang digunakan keduanya. Perbedaan antara PDA-Phone dan smart phone sudah semakin tipis. Semua feature, terutama feature organisasi yang tersedia pada PDA-Phone, kini sudah menjadi hal yang umum pada sebuah smart phone. Perbedaan utama yang membedakan PDA-Phone dan smart phone kini hanya sebatas perbedaan sistem operasi dan kinerja hardware yang dimiliki masing-masing tipe device. Dari segi kinerja hardware, smart phone tampak masih memegang teguh akarnya yaitu sebuah device komunikasi dengan kemampuan organisasi. Oleh karena itu, device berbasis smart phone masih mementingkan daya tahan baterai dan menggunakan prosesor yang irit konsumsi daya. Di lain pihak, PDA-Phone masih memegang teguh fungsinya sebagai device multifungsi, dengan prosesor berkinerja tinggi dan umumnya tidak terlalu memperhatikan konsumsi daya baterai. Jadi, apabila Anda mencari sebuah device yang lebih mementingkan komunikasi dibandingkan device yang multifungsi, smart phone merupakan solusi yang lebih sesuai dibandingkan PDA-Phone.
Dilihat dari sejarahnya, smart phone telah melalui perjalanan yang cukup panjang. Meskipun istilah tersebut dirintis oleh Ericsson, namun konsep smart phone baru benar-benar berjalan setelah Nokia menjual ponsel pintar versi mereka sendiri. Beberapa tahun lalu, Ericsson dengan produk R580-nya menciptakan sebuah tren terbaru yang menyatukan fungsi ponsel dan organizer. Sayang, konsep ini ditinggalkan oleh Ericsson dan perkembangannya pun terhambat. Meskipun konsep smart phone yang dirintis oleh Ericsson di peti-es kan, Nokia mencoba peruntungannya dan menghidupkan kembali konsep smart phone secara hingar bingar dan cukup berhasil dengan Nokia 7650 dan seri 9000 (Communicator). Perkenalan ponsel pintar dari Nokia ini diterima dengan sangat antusias oleh komunitas pengguna ponsel, terutama berkat fleksibilitas sistem operasi Symbian yang digunakan mereka. Fleksibilitas sistem ini berujung pada kemampuan ponsel pintar tersebut untuk menerima program baru yang menambahkan dan bahkan mengubah fungsi ponsel.
Perkenalan ponsel pintar atau smart phone kini sudah masuk dalam tahap pendewasaan dimana segmentasi pasar sudah terbentuk. Namun segmen smart phone ini tidak lagi dikuasai oleh Nokia saja. Sony Ericsson pun turut meramaikan segmen pasar smart phone yang pernah dirintis oleh mereka. Segmen pasar smart phone dahulu diisi oleh masing-masing produsen ponsel secara spesifik. Nokia mengeluarkan smart phone dengan target pasar mainstream dan Sony Ericsson mengeluarkan smart phone dengan target pasar high-end. Pilihan Belum Mutlak
Perdebatan antara efisiensi tampilan user interface Series 60 dan UIQ 3 akan menjadi hal yang tidak akan berujung. Hal ini disebabkan karena perbandingan akan bersifat kualitatif. Ada orang yang lebih menghargai kesederhanaan Series 60, namun ada juga yang menghargai kompleksitas tampilan UIQ 3.
Dari segi tampilan awal, informasi yang berlimpah ruah pada UIQ 3 tentu menjadi pilihan bagi mereka yang enggan untuk masuk lebih dalam ke fungsi-fungsi organizer UIQ 3. Dalam kasus ini, UIQ 3 menjadi pilihan yang lebih menarik. Akan tetapi untuk mereka yang lebih menghargai kerapian tampilan data, Series 60 bisa menjadi pilihan yang lebih menarik. Hal ini terlihat pada tampilan awal Series 60 yang sederhana dan tersusun rapi.
Masalah pengalaman bernavigasi pada kedua user interface tersebut pun cukup mengundang perdebatan yang tampaknya juga tidak akan berujung. Navigasi joystick empat arah yang umum digunakan pada device Series 60 mudah digunakan dan sangat fleksibel. Sementara, fungsi jog-dial dua arah yang digunakan oleh device-device UIQ3 (Sony Ericsson P990, M600i, W950) memang terasa aneh ketika digunakan. Namun ada beberapa fungsi yang menarik. Penggunaan jogdial sebagai sebuah pengendali pilihan lagu terintegrasi dengan sangat nyaman dan natural dibandingkan dengan navigasi empat arah pada Series 60. Begitu juga saat membaca dokumen, melakukan scrolling tentu lebih nyaman, terutama dengan posisi tangan menggenggam.
|
|
Last Updated ( Tuesday, 22 July 2008 )
|
|
|
Seri Notebook Lenovo Terbaru Untuk Usaha Kecil Menengah |
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 07 July 2004 |
|
Seri Notebook Lenovo Terbaru Untuk Usaha Kecil Menengah Friday, 18 July 2008 Jakarta, Juli 2008 - Serangkaian koleksi notebook terbaru dirilis Lenovo ke pasaran Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, sembilan koleksi mereka langsung dilepas Lenovo untuk kalangan Usaha Kecil Menengah dan bisnis pada umumnya. Seri tersebut meliputi: R400, SL300, SL400, SL500 , R500, T400, T500, X200 dan W500.
Dewasa ini penggunaan notebook dalam dunia bisnis merupakan suatu hal yang wajar. Tuntutan mobilitas yang tinggi dalam dunia usaha membuat notebook menjadi alat penting dalam memperlancar kerja para pelaku bisnis. Dengan semakin terjangkaunya harga semua notebook, industri notebook sendiri berlomba-lomba menyediakan solusi tepat bagi kalangan bisnis untuk membantu aktivitas mereka.
Lenovo, sebagai salah satu pemain besar di dunia notebook tidak ingin ketinggalan dalam menyediakan solusi inovatif bagi para pelaku bisnis . Pada bulan Juli ini, Lenovo mengeluarkan sembilan seri notebook terbaru mereka yang difokuskan untuk dunia bisnis dan UKM. Lewat kualitas, harga yang terjangkau, serta layanan yang andal, Lenovo memberikan pilihan solusi bagi UKM lewat notebook Seri SL400 dengan dukungan DVD Blu-Ray (opsional), serta cover hitam mengkilap untuk desain penuh gaya Seri Thinkpad SL300, SL400, serta SL500 dirancang untuk memudahkan mereka yang berkutat di dunia usaha kecil menengah. Seri ini hadir dengan feature seperti integrated mobile connection, aplikasi data restore, dan didukung oleh layanan yang disediakan Lenovo seperti back up data secara online dan layanan garansi di tempat dengan nama Thinkplus Secure Bussiness. Lewat feature dan layanan tersebut, Lenovo berusaha mempermudah aktivitas bisnis pengguna lewat penggunaan notebook Thinkpad seri SL ini.
Enam seri sisanya, R400, R500, T400, T500, X200 dan W500 melanjutkan teknologi inovatif dari Lenovo yang telah dipelopori oleh seri Thinkpad X300. Teknologi seperti penggunaan Solid State Drive (SSD) sebagai media penyimpan serta dukungan terhadap DisplayPort.
Untuk seri X200, Lenovo bermain dalam kawasan notebook ultra-portable widescreen. Notebook ini merupakan kelanjutan dari seri Thinkpad X61 mereka.Keseimbangan antara kinerja dan portabilitas menjadi fokus Lenovo di seri X200 ini dengan menyuguhkan dimensi keyboard yang lebih besar, namun dengan bobot yang lebih ringan.
Notebook ThinkPad SL400 dan SL500 dibanderol mulai USD $1,017 dan USD $1,067. Dua seri tersebut akan segera tersedia melalui Lenovo Business Partners pada akhir Juli 2008. Notebook ThinkPad X200 diperkirakan berkisar USD $2,355 dan akan tersedia pada bulan September. Notebook lainnya akan tersedia mulai bulan Agustus dengan harga mulai dari USD $1,379 untuk model ThinkPad R500 serta USD $2.998 untuk model ThinkPad W500.
|
|
Last Updated ( Tuesday, 22 July 2008 )
|
|
| | << Start < Prev 1 2 3 Next > End >>
| | Results 1 - 4 of 10 |
|
|
|